Dikutip dari Associated Press (10/10), Bieber dan manajemennya dianggap melanggar hukum menyusul pembatalan penampilan Bieber di sebuah Mall, Roosevelt, New York. Pembatalan dilakukan karena animo fans berat Bieber yang dianggap melebihi kapasitas gedung.
Membludaknya penggemar remaja yang terkenal melalui unggahan video bernyanyinya di situs internet itu, diduga karena update status Bieber di jejaring sosial twitter. ” Sedang diperjalanan ke Rosevelt Field Mall. Saya sangat senang. Sampai bertemu disana,” tulis Bieber.
Sekitar 3000 remaja berkumpul di tempat acara tiga jam sebelum jumpa fans dimulai. Karena dikhawatirkan terjadi korban jiwa, pihak keamananpun membubarkan acara itu.
Dalam sidang yang sempat digelar, terungkap jika polisi telah menyuruh staf Bieber untuk memberitakan melalui Twitter tentang pembatalan acara itu. Namun pihak studio rekaman, Island Def Jam Record Music Group, tidak bisa melakukannya karena adanya perubahan password. Polisi harus menunggu selama 90 menit agar pihak Bieber mau mengumumkan pembatalan acara itu melalui akun twitternya.
Akibat kasus yang dianggap membahayakan nyawa orang lain ini, pihak studio dan manajer Bieber harus membayar denda US$8 000 ditambah penyiaran kampanye anti-Cyberbullying yang saat ini telah beredar di internet.
Sementara dalam video berdurasi 11 menit dapat dilihat di stopbullyingli.org. Penyanyi berusia 17 tahun itu duduk bersama seorang mahasiswa, Dynalee Henderson, 14, untuk mendiskusikan pengalaman mereka tentang bullying.
No comments:
Post a Comment